top of page
unpad_edited_edited_edited.png

FiNder Unpad dan Baiyo Hadirkan Bioplastik Singkong dan Rumput Laut pada EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026

  • Gambar penulis: Ulfa Fauziah, M.Si.
    Ulfa Fauziah, M.Si.
  • 9 jam yang lalu
  • 4 menit membaca

Bali - Produk bioplastik berbahan dasar singkong dan rumput laut hasil pengembangan dalam ekosistem inovasi FiNder Universitas Padjadjaran turut hadir dalam EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026. Produk tersebut dipamerkan melalui mitra pengembangan FiNder Unpad, PT Alam Bali Mandiri, yang menaungi merek Baiyo, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan plastik ramah lingkungan berbasis bahan baku lokal.


Kehadiran produk ini menjadi relevan dengan arah penguatan kewirausahaan nasional yang didorong melalui Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026, sebuah program yang diinisiasi oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Usaha Mikro dan Deputi Bidang Kewirausahaan. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi antara pengusaha, lembaga pembiayaan, lembaga inkubator, perguruan tinggi, serta berbagai mitra strategis, dengan target sekitar 2.000 peserta dari unsur UMKM/wirausaha, sektor unggulan daerah, mahasiswa, lembaga inkubator, asosiasi, dan komunitas.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Menteri Hukum, Menteri Ekonomi Kreatif, serta Rektor Universitas Udayana. Turut hadir pula Wakil Gubernur Bali, yang memberikan sambutan dan arahan langsung kepada para peserta. Selain itu, acara ini juga menghadirkan narasumber kompeten, yaitu Deva Primadia Almada dari LPA2I IPB University, Ferie Budiansyah dari DIRBT Universitas Indonesia, dan Ronald Simorangkir, CEO Mandiri Capital Indonesia, sebagai bagian dari penguatan kapasitas kewirausahaan, inkubasi, pembiayaan, dan pengembangan usaha berbasis inovasi.


FiNder Unpad dan Baiyo Hadirkan Bioplastik Singkong dan Rumput Laut pada EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026
Produk bioplastik Baiyo yang dikembangkan dalam ekosistem inovasi FiNder Unpad hadir pada EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026.

Dalam konteks tersebut, Baiyo menjadi salah satu contoh inovasi material yang menjawab kebutuhan pengurangan dampak lingkungan dari plastik konvensional sekaligus membuka peluang pemanfaatan komoditas lokal Indonesia. Produk ini diarahkan sebagai alternatif plastik ramah lingkungan yang dapat memperkuat hilirisasi riset dari perguruan tinggi menuju pasar dan industri.


Produk yang diperkenalkan dalam kegiatan ini juga menunjukkan perkembangan teknologi melalui bioplastik singkong Gen 2. Kehadiran generasi pengembangan ini menjadi penanda bahwa inovasi bioplastik yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap awal formulasi, tetapi terus mengalami penyempurnaan dari sisi teknologi, kesiapan produk, dan peluang penerapan dalam rantai industri plastik ramah lingkungan.


Isu tersebut sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap tingginya ketergantungan Indonesia pada bahan baku plastik impor. Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyampaikan bahwa rumput laut dan singkong dapat menjadi alternatif bahan baku plastik, meskipun pengembangan skala produksinya masih memerlukan dorongan industrialisasi agar biaya produksi lebih kompetitif. (detikfinance)


Melalui pengembangan tersebut, FiNder Unpad bersama Baiyo berupaya menunjukkan bahwa inovasi material ramah lingkungan tidak hanya berhenti pada riset laboratorium, tetapi dapat diarahkan menuju pilot project, penguatan rantai pasok industri, dan kesiapan komersialisasi. Dengan demikian, produk ini tidak hanya membawa pesan lingkungan, tetapi juga memiliki relevansi dengan agenda substitusi bahan baku impor dan penguatan industri berbasis bahan baku lokal.


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, booth Baiyo mendapatkan perhatian khusus dari jajaran Kementerian UMKM secara langsung. Perhatian ini menjadi momentum penting karena menunjukkan bahwa inovasi bioplastik berbasis singkong dan rumput laut memiliki nilai strategis dalam agenda kewirausahaan, hilirisasi riset, dan pengembangan industri ramah lingkungan di Indonesia. 


FiNder Unpad dan Baiyo Hadirkan Bioplastik Singkong dan Rumput Laut pada EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026
Rektor Universitas Udayana, Menteri UMKM, dan Kepala Badan EKRAF mengunjungi booth Baiyo pada EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026. Willy selaku CEO Baiyo turut mendampingi kunjungan tersebut dalam sesi diskusi mengenai produk bioplastik berbasis singkong dan rumput laut.

Momentum tersebut semakin kuat ketika produk Baiyo turut disebut dalam sesi pembukaan Temu Lembaga Inkubator. Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, M. Riza Damanik, yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya inkubator sebagai instrumen strategis dalam membangun kapasitas usaha, meningkatkan kredibilitas pelaku usaha, dan menurunkan risiko kegagalan pada tahap awal pengembangan.  (sipensi.umkm.go.id)


Perhatian tersebut berlanjut ketika Menteri UMKM turut singgah dan berdiskusi langsung di booth Baiyo. Kunjungan tersebut menjadi sinyal positif bahwa pengembangan bioplastik berbasis singkong dan rumput laut memiliki relevansi dengan agenda pemerintah dalam memperkuat kewirausahaan berbasis inovasi, hilirisasi riset, substitusi bahan baku impor, dan kemandirian industri nasional. Momentum ini juga diperkuat melalui unggahan kolaborasi Instagram antara Kementerian UMKM dan Baiyo, yang turut menampilkan kehadiran serta perhatian pemerintah terhadap pengembangan produk bioplastik berbasis bahan baku lokal. Unggahan tersebut dapat dilihat melalui tautan berikut: unggahan kolaborasi Instagram antara Kementerian UMKM dan Baiyo 


FiNder Unpad dan Baiyo Hadirkan Bioplastik Singkong dan Rumput Laut pada EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026
Produk bioplastik Baiyo berbasis singkong dan rumput laut mendapatkan perhatian dalam rangkaian EXPO Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026, sebagai inovasi material ramah lingkungan berbahan baku lokal yang dikembangkan bersama ekosistem FiNder Unpad.

Produk bioplastik ini juga telah mendapatkan perhatian publik melalui pemberitaan detikBali. Dalam pemberitaan tersebut, Baiyo disebut sebagai startup Bali yang mengembangkan plastik ramah lingkungan dari singkong dan rumput laut. Artikel tersebut juga menjelaskan bahwa Baiyo bergerak dengan model business-to-business atau B2B, yaitu menyuplai biji bioplastik ramah lingkungan kepada pabrik pengolahan, serta masih berada pada tahap pilot project untuk mematangkan kesiapan produksi skala lebih besar. (detikcom)


Bagi FiNder Unpad, keterlibatan dalam pengembangan produk ini merupakan bagian dari mandat institusi untuk mendorong riset, inovasi, hilirisasi, dan kolaborasi lintas sektor. Melalui kerja sama dengan Baiyo, FiNder Unpad berperan dalam penguatan basis teknologi dan riset material, sementara mitra industri berperan dalam validasi pasar, strategi pemasaran, serta penjajakan komersialisasi.


Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, inovasi ini berpotensi memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian, kelautan, industri pengolahan, serta UMKM yang membutuhkan solusi kemasan lebih ramah lingkungan. Pendekatan ini juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi perguruan tinggi dan mitra industri dapat diarahkan untuk memperkuat kesiapan produk menuju pasar yang lebih luas.


Melalui kolaborasi bersama Baiyo, FiNder Unpad siap memperkuat peran sebagai mitra teknologi dan hilirisasi, sekaligus menjadi rekan pemerintah untuk mencapai swasembada plastik melalui bioplastik berteknologi tinggi. Kehadiran produk ini di Bali menjadi salah satu langkah awal untuk menunjukkan bahwa swasembada plastik berbasis bioplastik bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga agenda strategis yang menyangkut riset, industri, kewirausahaan, ekonomi nasional, dan kemandirian bahan baku plastik Indonesia.


FiNder Unpad terus membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, industri, UMKM, dan mitra strategis dalam pengembangan inovasi berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai program riset dan hilirisasi FiNder dapat diakses melalui finder.ac.id.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bottom of page