FiNder U-CoE Unpad Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Proyek melalui Pelatihan Project Management Berbasis PMBOK
- Ulfa Fauziah, M.Si.

- 1 hari yang lalu
- 3 menit membaca
Mengelola proyek inovasi dan riset tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga sistem manajemen yang mampu memastikan setiap tahapan berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan. Menjawab kebutuhan tersebut, PUI-PT Nano Powder Fungsional (FiNder U-CoE) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Pelatihan Project Management dan PMBOK sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan proyek secara profesional.
Pengelolaan proyek yang semakin kompleks membutuhkan sistem kerja yang terstruktur, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi. Tidak hanya kemampuan teknis, keberhasilan sebuah proyek juga ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam mengelola ruang lingkup pekerjaan, sumber daya, risiko, komunikasi, dan dokumentasi secara profesional.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas internal, FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Pelatihan Project Management dan PMBOK sebagai program capacity building untuk meningkatkan kompetensi pengelolaan proyek berbasis standar manajemen proyek yang sistematis.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 2 September 2026, bertempat di Gedung KST Lantai 2 Universitas Padjadjaran. Pelatihan menghadirkan Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. dan Prof. Dr. Camellia Panatarani, M.Sc. sebagai narasumber sekaligus fasilitator. Sebanyak 36 peserta mengikuti kegiatan yang berfokus pada penerapan prinsip Project Management Body of Knowledge (PMBOK) dalam pengelolaan berbagai jenis proyek, khususnya proyek riset, inovasi, dan kolaborasi.
Membangun Kapasitas Pengelolaan Proyek Berbasis Standar PMBOK
Dalam lingkungan riset dan inovasi, sebuah proyek sering kali melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang, kepentingan, serta target yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan manajemen proyek yang mampu memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai tujuan, jadwal, anggaran, dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Melalui Pelatihan Project Management dan PMBOK, peserta memperoleh pemahaman mengenai bagaimana sebuah proyek dirancang dan dikelola secara menyeluruh. Materi pelatihan mencakup siklus hidup proyek, penyusunan Project Charter, Work Breakdown Structure (WBS), matriks RACI, manajemen risiko, pengelolaan biaya, dokumentasi perubahan, serta strategi komunikasi dengan stakeholder.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis FiNder U-CoE Unpad dalam membangun budaya kerja berbasis proses, sehingga pengelolaan proyek tidak hanya bergantung pada pengalaman individu, tetapi memiliki standar dan mekanisme yang dapat diterapkan secara konsisten.

Memahami Perencanaan, Eksekusi, dan Pengendalian Proyek
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar Project Management dan PMBOK, mulai dari tahap inisiasi hingga pelaporan proyek.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah pentingnya penyusunan Project Charter sebagai fondasi awal dalam menyamakan tujuan, ruang lingkup, ekspektasi, serta kesepakatan antar pihak yang terlibat dalam proyek.
Selain itu, peserta juga mempelajari penerapan Work Breakdown Structure (WBS) sebagai instrumen untuk membagi pekerjaan menjadi aktivitas yang lebih terukur. Dengan adanya WBS, setiap pekerjaan dapat memiliki target, penanggung jawab, dan deliverable yang lebih jelas.
Dalam pengelolaan proyek modern, pembagian peran juga menjadi aspek penting. Melalui matriks RACI, peserta memahami bagaimana menentukan pihak yang bertanggung jawab (Responsible), memiliki kewenangan keputusan (Accountable), perlu dikonsultasikan (Consulted), maupun mendapatkan informasi perkembangan proyek (Informed).

Penguatan Manajemen Risiko dan Tata Kelola Proyek
Selain aspek perencanaan, pelatihan juga menekankan pentingnya manajemen risiko sebagai bagian integral dari pengelolaan proyek.
Peserta diberikan pemahaman bahwa risiko tidak cukup hanya diidentifikasi, tetapi harus dikelola melalui strategi mitigasi, penyusunan rencana kontingensi, serta evaluasi berkala selama siklus proyek berlangsung.
Pembahasan juga mencakup pentingnya dokumentasi perubahan proyek, terutama ketika terjadi perubahan spesifikasi, kebutuhan stakeholder, maupun aspek administratif lainnya. Dokumentasi yang baik memungkinkan setiap keputusan dapat ditelusuri dan menjadi dasar evaluasi proyek.
Melalui pendekatan tersebut, Pelatihan Project Management dan PMBOK diharapkan mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam mengelola proyek secara lebih efektif, transparan, dan profesional.

Mendorong Profesionalisme Pengelolaan Proyek di FiNder U-CoE Unpad
Sebagai pusat unggulan yang bergerak dalam bidang riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi, FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran terus berkomitmen meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai program pengembangan kompetensi.
Pelaksanaan Pelatihan Project Management dan PMBOK menjadi bagian dari strategi penguatan organisasi untuk memastikan setiap proyek dapat dikelola melalui proses yang lebih terencana, terdokumentasi, dan terukur.
Melalui implementasi prinsip PMBOK, FiNder mendorong penerapan standar pengelolaan proyek mulai dari penyusunan Project Charter, perencanaan pekerjaan, pembagian tanggung jawab, pengendalian risiko, monitoring progres, hingga evaluasi akhir proyek.
Dengan penguatan kapasitas ini, FiNder U-CoE Unpad diharapkan semakin siap menjalankan berbagai proyek strategis dalam bidang riset, inovasi teknologi, dan kerja sama dengan berbagai mitra nasional maupun internasional.
Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kegiatan, layanan riset, inovasi teknologi, serta berbagai program pengembangan kapasitas yang dilakukan oleh FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran, kunjungi website resmi FiNder melalui https://finder.ac.id dan ikuti perkembangan terbaru mengenai kontribusi FiNder dalam membangun ekosistem inovasi berbasis riset dan teknologi.



