PUI-PT Finder Unpad dan Politeknik AUP Inisiasi Kerja Sama Riset Perikanan Berbasis Nanoteknologi dan Smart Fisheries
- Ulfa Fauziah, M.Si.

- 6 menit yang lalu
- 4 menit membaca
PUI-PT Nano Powder Fungsional (PUI-PT Finder) Universitas Padjadjaran menerima kunjungan dan melakukan diskusi penjajakan kerja sama riset dengan Program Studi Permesinan Perikanan, Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Jakarta, pada Jumat, 3 Juli 2026, di Livin Room Rektorat Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan strategis untuk mempertemukan kompetensi nanoteknologi, material maju, energi, dan sistem perikanan modern dalam mendukung penguatan riset terapan sektor kelautan dan perikanan.
Agenda bertajuk “Sinergi Riset PUI-PT Finder Unpad dan Politeknik AUP” ini dirancang sebagai forum awal untuk saling memetakan portofolio riset, peluang kolaborasi, serta arah pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi, riset terapan, dan hilirisasi inovasi. Kegiatan berlangsung secara hybrid dan dihadiri oleh manajemen PUI-PT Finder, delegasi Politeknik AUP, serta para peneliti dan mahasiswa doktor yang bergerak pada bidang akuakultur, pengolahan air, smart fisheries, biomaterial, dan proteksi material.

Kegiatan dibuka oleh Ketua PUI-PT Finder, Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. Dalam forum ini, PUI-PT Finder menegaskan perannya sebagai pusat unggulan Universitas Padjadjaran yang berfokus pada pengembangan invensi, inovasi teknologi, dan kolaborasi strategis dengan sektor industri maupun institusi pendidikan. PUI-PT Finder juga memaparkan kapasitas riset yang dapat dikaitkan dengan kebutuhan sektor perikanan, terutama pada aspek rekayasa material, sistem pengolahan air, aerasi, dan pengembangan prototipe teknologi.
Pada sesi presentasi portofolio FiNder, sejumlah topik riset dipaparkan sebagai dasar penjajakan kolaborasi. Di antaranya adalah integrasi teknologi pintar atau smart fisheries, sistem monitoring kualitas air berbasis AI-IoT, pengembangan Recirculating Aquaculture System (RAS) terintegrasi micro/nano bubbles aerator, teknologi pengolahan air limbah untuk akuakultur, serta pendekatan rekayasa aerasi untuk meningkatkan stabilitas dissolved oxygen (DO) pada sistem budidaya. Topik ini relevan dengan tantangan akuakultur modern yang menuntut efisiensi air, stabilitas kualitas lingkungan, pengurangan limbah, dan peningkatan produktivitas budidaya.

Dalam rangkaian penyampaian portofolio tersebut, PUI-PT Finder juga menghadirkan paparan dari Prof. Dr. Eng. Camellia Panatarani, M.Si., sebagai expert FiNder pada bidang nanomaterial untuk berbagai aplikasi. Selain itu, Sundoro Yoga Azhary, M.I.L., Dwindra Wilham Maulana, dan Putu Ayustin Suriasni, M.Si., yang merupakan mahasiswa program doktor dengan aktivitas penelitian di FiNder, turut memaparkan arah riset masing-masing. Paparan tersebut memperkaya diskusi dengan perspektif riset doktoral yang lebih aplikatif, khususnya pada pengembangan akuakultur, instrumentasi dan kontrol, serta teknologi pengolahan air yang relevan dengan kebutuhan sektor perikanan.

Selain topik akuakultur dan pengolahan air, forum ini juga membuka diskusi pada bidang material dan energi yang berpotensi diaplikasikan pada sektor perikanan. Beberapa arah yang dibahas meliputi hilirisasi teknologi surya untuk mendukung dekarbonisasi dan efisiensi operasional masyarakat pesisir, teknologi rekayasa nano-chitosan, pengendalian korosi dan silica scaling berbasis nanokomposit, serta pelapis permukaan berbasis nanomaterial untuk aplikasi cat. Ragam topik tersebut menunjukkan bahwa penjajakan kerja sama FiNder dan AUP dapat dikembangkan melampaui aspek budidaya, termasuk infrastruktur, material protektif, energi, dan pengelolaan lingkungan.
Dari pihak Politeknik AUP, Dr. Sobri, S.St.Pi., M.T., selaku Ketua Program Studi Permesinan Perikanan, memaparkan profil dan portofolio riset Permesinan Perikanan di Politeknik AUP Jakarta. Paparan tersebut menjadi dasar untuk mengidentifikasi titik temu antara kebutuhan pengembangan teknologi perikanan berbasis vokasi dengan kapasitas riset dan fasilitas yang dimiliki PUI-PT Finder. Diskusi juga melibatkan pakar perikanan dan kelautan FiNder, antara lain Prof. Dr. Emma Rochima, M.Si., Dr. Ujang Subhan, M.Si., dan Dr. Agr. Sc. Neng Tanty Sofyana, M.Eng.

Setelah sesi presentasi dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi penjajakan kerja sama antara manajemen FiNder dan delegasi AUP. Diskusi ini diarahkan untuk merumuskan peluang kegiatan bersama, termasuk pengembangan proposal riset, pengujian teknologi, pemanfaatan fasilitas laboratorium, pengembangan prototipe, serta kemungkinan kolaborasi pendidikan dan diseminasi hasil riset.
Sebagai bagian dari agenda, delegasi Politeknik AUP juga melakukan kunjungan ke fasilitas laboratorium dan instalasi riset PUI-PT Finder. Kunjungan ini memberi gambaran konkret mengenai kesiapan fasilitas, perangkat uji, dan prototipe yang dapat mendukung riset terapan di bidang akuakultur, pengolahan air, rekayasa proses, dan teknologi pendukung sektor perikanan. Sesi ini penting karena kerja sama riset tidak cukup hanya dibangun melalui paparan portofolio, tetapi juga perlu ditopang oleh kecocokan fasilitas, kebutuhan teknis, serta peluang validasi teknologi di lapangan.

Melalui inisiasi ini, PUI-PT Finder dan Politeknik AUP diharapkan dapat membangun sinergi riset yang lebih aplikatif, terukur, dan berdampak. Kolaborasi antara pusat unggulan riset dan institusi pendidikan vokasi perikanan menjadi langkah penting untuk mempercepat pemanfaatan teknologi maju di sektor kelautan dan perikanan, sekaligus mendukung agenda ekonomi biru, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan daya saing inovasi nasional.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program riset, layanan laboratorium, pengembangan teknologi, serta peluang kolaborasi bersama PUI-PT FiNder Universitas Padjadjaran, mitra akademik, industri, pemerintah, maupun komunitas inovasi dapat mengakses informasi melalui laman resmi finder.ac.id. PUI-PT FiNder terbuka untuk membangun kerja sama strategis dalam pengembangan riset terapan, hilirisasi teknologi, dan penguatan inovasi berbasis nanoteknologi, material maju, energi, lingkungan, serta sektor kelautan dan perikanan.




Komentar