top of page
unpad_edited_edited_edited.png

Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. Tampil sebagai Speaker di ASIC 2026, Bawa Inovasi Nanobubble ke Panggung Global untuk Sistem Air dan Kesehatan Berkelanjutan

  • Gambar penulis: Ulfa Fauziah, M.Si.
    Ulfa Fauziah, M.Si.
  • 4 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

Kontribusi akademisi Indonesia kembali mendapat panggung internasional. Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. dari Universitas Padjadjaran tampil sebagai salah satu pembicara dalam Asian Scholars International Conference (ASIC) 2026, forum akademik internasional yang mempertemukan peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa untuk memperkuat kolaborasi riset Indonesia–Tiongkok dalam bidang inovasi, budaya, dan keberlanjutan. ASIC 2026 sendiri mengusung tema besar “Strengthening Regional Research through Indonesia–China Collaboration for Innovation, Culture, and Sustainability” dan digelar pada 18–19 April 2026.


Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026
Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. dari Universitas Padjadjaran tampil sebagai salah satu pembicara dalam Asian Scholars International Conference (ASIC) 2026.

Kehadiran Prof. I Made Joni dalam ASIC 2026 menegaskan peran aktif akademisi Indonesia dalam membangun jejaring riset internasional yang relevan dengan tantangan kawasan dan global. Pada laman resmi konferensi, nama Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. tercantum sebagai salah satu pembicara dari University of Padjadjaran, Indonesia, sejajar dengan sejumlah pembicara lain dari institusi nasional dan internasional. 


Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026
Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026 membawakan topik Nanobubbles-Based Biofilter Technology for Sustainable Water and Health Systems

Dalam forum tersebut, Prof. I Made Joni membawakan topik “Nanobubbles-Based Biofilter Technology for Sustainable Water and Health Systems”, yang menyoroti pengembangan teknologi biofilter berbasis nanobubble untuk mendukung sistem air dan kesehatan yang lebih berkelanjutan. Materi presentasi ini menampilkan pendekatan riset yang menghubungkan nanoteknologi, material maju, pengelolaan kualitas air, hingga relevansinya terhadap isu kesehatan lingkungan dan one health. Informasi ini tampak pada materi presentasi yang diunggah pengguna, termasuk judul utama presentasi dan visual pembahasan mengenai kualitas air, nanobubble, serta keterkaitannya dengan sistem kesehatan berkelanjutan.


Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026
Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026.


Secara substantif, topik yang dibawa Prof. I Made Joni sangat selaras dengan arah utama ASIC 2026. Konferensi ini menempatkan kolaborasi lintas negara sebagai instrumen penting untuk menjawab tantangan regional melalui sains, teknologi, pembangunan berkelanjutan, dan kesehatan publik. ASIC 2026 juga menekankan pentingnya pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas budaya, serta penguatan solusi berbasis riset yang memiliki dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.


Partisipasi ini tidak hanya mencerminkan pengakuan terhadap kapasitas keilmuan Prof. I Made Joni, tetapi juga memperkuat visibilitas FiNder dan Universitas Padjadjaran dalam lanskap riset internasional. Melalui panggung seperti ASIC 2026, hasil-hasil riset yang dikembangkan di lingkungan akademik Indonesia memperoleh ruang yang lebih luas untuk didiseminasikan, diuji dalam dialog global, dan dipertemukan dengan peluang kolaborasi strategis lintas institusi dan lintas negara. Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran ini menunjukkan bahwa kontribusi akademisi Indonesia tidak berhenti pada publikasi, melainkan bergerak ke arah pembentukan jejaring, pengaruh ilmiah, dan solusi nyata bagi persoalan keberlanjutan.


Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026
Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026 menghadirkan narasi riset yang tidak semata teknis, tetapi juga relevan secara sosial dan kebijakan.


Selain itu, konteks tema yang dibawa juga strategis. Isu kualitas air, kesehatan lingkungan, pencemaran, dan teknologi remediasi semakin menjadi perhatian dunia, terutama ketika dikaitkan dengan ketahanan sistem kesehatan dan keberlanjutan sumber daya. Dengan membawa pendekatan nanobubble-based biofilter technology, Prof. I Made Joni menghadirkan narasi riset yang tidak semata teknis, tetapi juga relevan secara sosial dan kebijakan. Itu penting, karena forum seperti ASIC tidak hanya menilai kebaruan teknologi, tetapi juga relevansi dampaknya terhadap masyarakat dan kawasan.


Bagi FiNder, momentum ini layak diposisikan bukan sekadar sebagai dokumentasi partisipasi pembicara, tetapi sebagai bukti penguatan reputasi lembaga dalam bidang riset dan inovasi. Materi presentasi yang menampilkan identitas FiNder serta beragam tema riset terkait nanobubble, pengolahan air limbah, mikroplastik, akuakultur, dan sistem pemantauan kualitas air memperlihatkan bahwa riset yang dibawa memiliki portofolio yang kuat dan berorientasi pada problem riil.


Kehadiran Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. di ASIC 2026 menjadi bagian dari komitmen FiNder untuk terus mendorong riset unggulan Indonesia agar hadir dan berdampak di tingkat internasional. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan, capaian, dan kolaborasi riset FiNder, kunjungi situs resmi FiNder di finder.ac.id dan ikuti berbagai pembaruan informasinya.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bottom of page