FiNder U-CoE Unpad Gelar Webinar dan Workshop Pupuk dan Karakterisasi Material

Jatinangor, 17 September 2026 – FiNder University Center of Excellence (FiNder U-CoE) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Webinar dan Workshop Pupuk dan Karakterisasi Material secara daring melalui Zoom pada Kamis, 17 September 2026. Kegiatan ini menghadirkan pembahasan mengenai perkembangan teknologi pupuk, standar mutu dan karakterisasi pupuk, penerapan nanoteknologi, serta praktik karakterisasi material menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan Zeta Potential.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai latar belakang, termasuk mahasiswa, akademisi, peneliti, praktisi, serta perwakilan industri dan institusi. Melalui rangkaian webinar dan workshop, peserta diajak memahami hubungan antara perkembangan teknologi pupuk, rekayasa material, karakterisasi, hingga peluang penerapannya dalam pengembangan produk.
Perkembangan Teknologi Pupuk
Sesi pemaparan pertama disampaikan oleh Dr. Oviyanti Mulyani, S.P., M.Si. dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dengan materi mengenai pupuk dan perkembangan teknologi pupuk.

Dalam sesi ini, peserta memperoleh gambaran mengenai perkembangan pupuk dan kebutuhan inovasi teknologi untuk mendukung sektor pertanian. Perkembangan teknologi pupuk tidak hanya berkaitan dengan penyediaan unsur hara, tetapi juga bagaimana suatu formulasi dapat dikembangkan agar pemanfaatan nutrisi oleh tanaman menjadi lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan budidaya.

Pembahasan tersebut sekaligus memberikan landasan bagi peserta sebelum memasuki materi mengenai mutu, karakterisasi, dan pengembangan pupuk berbasis teknologi material.
Standar Mutu dan Karakterisasi Pupuk
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Emma Trinurani Sofyan, S.T., M.P. yang membahas standar mutu dan karakterisasi pupuk.

Pada sesi ini, peserta diperkenalkan pada pentingnya kualitas material dalam pengembangan produk pupuk. Karakterisasi menjadi salah satu tahapan penting karena memberikan informasi mengenai sifat material yang selanjutnya dapat digunakan untuk mengevaluasi mutu dan kesesuaian suatu produk terhadap kebutuhan aplikasinya.

Pembahasan juga memperlihatkan bahwa pengembangan pupuk tidak cukup hanya menghasilkan suatu formulasi. Produk perlu didukung dengan parameter mutu, metode pengujian, dan data karakterisasi yang dapat memberikan dasar ilmiah dalam proses pengembangan maupun evaluasinya.
Nanoteknologi dalam Pengembangan Pupuk Inovatif
Sesi webinar berikutnya dilanjutkan oleh Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. dengan materi bertajuk “Nanoteknologi dalam Pengembangan Pupuk Inovatif: Dari Rekayasa Material hingga Hilirisasi Industri.”

Dalam pemaparannya, Prof. I Made Joni membahas bagaimana pendekatan nanoteknologi dapat dimanfaatkan dalam rekayasa material untuk pengembangan formulasi pupuk. Pengendalian karakteristik material pada skala mikro dan nano menjadi salah satu aspek penting karena dapat berkaitan dengan luas permukaan, interaksi material, stabilitas sistem, serta karakteristik produk yang dihasilkan.

Materi juga membawa pembahasan lebih jauh dari lingkup laboratorium menuju proses pengembangan teknologi dan hilirisasi. Hal ini menegaskan bahwa inovasi material perlu dilihat sebagai suatu rangkaian, mulai dari formulasi, karakterisasi, pengujian, pengembangan proses, hingga kesiapan untuk diterapkan pada skala yang lebih luas.
Diskusi Interaktif Mengenai Teknologi dan Pupuk Nano
Setelah rangkaian pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Peserta aktif menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber mengenai berbagai tantangan dalam pengembangan pupuk dan pemanfaatan nanoteknologi.

Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah stabilitas nanopartikel dalam formulasi pupuk, terutama terkait kemungkinan terjadinya agregasi atau aglomerasi yang dapat menyebabkan ukuran partikel meningkat kembali. Peserta juga mengangkat pertanyaan mengenai penggunaan material nano dalam jangka panjang, interaksinya di dalam tanah, serta aspek bioavailabilitas dan lingkungan.
Diskusi tersebut memperlihatkan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam pengembangan pupuk berbasis nanoteknologi. Tidak hanya aspek ukuran partikel yang perlu dipertimbangkan, tetapi juga stabilitas, formulasi, karakteristik material, efektivitas aplikasi, dan dampaknya terhadap sistem pertanian.
Mengenal Lebih Dekat FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran
Setelah sesi diskusi webinar, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian company profile FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran yang disampaikan oleh Ulfa Fauziah, M.Si., selaku tim Finder U-CoE Universitas Padjadjaran.

Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan FiNder sebagai pusat unggulan universitas yang bergerak dalam bidang nanoteknologi, material, riset dan pengembangan, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.
Penyampaian company profile juga menjadi sarana untuk memperkenalkan berbagai aktivitas FiNder, mulai dari riset, pengembangan teknologi dan produk, layanan karakterisasi material, hingga peluang kerja sama dengan akademisi, lembaga penelitian, pemerintah, dan industri.
Workshop Karakterisasi Material Menggunakan PSA dan Zeta Potential
Memasuki rangkaian workshop, Tria Hikma Novita, M.Si. memberikan pemaparan dan demonstrasi mengenai penggunaan Particle Size Analyzer (PSA) dan Zeta Potential untuk karakterisasi material.

Pada pembahasan PSA, peserta diperkenalkan dengan prinsip Dynamic Light Scattering (DLS) yang memanfaatkan gerak Brown partikel dalam suatu medium untuk menentukan ukuran hidrodinamik partikel. Informasi ukuran partikel sangat penting dalam penelitian material karena dapat berkaitan dengan luas permukaan, stabilitas dispersi, interaksi material, dan performa suatu formulasi.

Selain PSA, peserta mendapatkan penjelasan mengenai Zeta Potential sebagai salah satu parameter yang dapat digunakan dalam mengevaluasi karakteristik muatan permukaan dan kecenderungan stabilitas suatu sistem dispersi.

Workshop tidak hanya membahas prinsip kerja instrumen. Peserta juga memperoleh demonstrasi tahapan pengujian, mulai dari persiapan sampel, penyiapan dan pembersihan kuvet, hingga proses pengukuran menggunakan instrumen PSA dan Zeta Potential. Demonstrasi tersebut memberikan gambaran praktis mengenai pentingnya preparasi sampel dan prosedur pengujian dalam memperoleh hasil karakterisasi yang dapat diandalkan.
Tanya Jawab Workshop dan Foto Bersama
Setelah demonstrasi penggunaan instrumen, kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam mengenai preparasi sampel, pemilihan metode pengukuran, interpretasi hasil, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil karakterisasi PSA dan Zeta Potential.

Rangkaian Webinar dan Workshop Pupuk dan Karakterisasi Material kemudian ditutup dengan foto bersama antara narasumber, tim FiNder U-CoE, dan para peserta sebagai dokumentasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran berupaya menghubungkan pengetahuan mengenai teknologi pupuk dengan kemampuan karakterisasi material sehingga peserta tidak hanya memahami perkembangan teknologinya, tetapi juga bagaimana kualitas dan karakter suatu material dapat dianalisis secara ilmiah.

FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran terus membuka peluang kolaborasi dalam riset dan pengembangan produk, nanoteknologi, karakterisasi material, pelatihan, serta pengembangan inovasi bersama akademisi dan industri. Informasi mengenai layanan, kegiatan, dan peluang kerja sama selengkapnya dapat diakses melalui finder.ac.id.



