FiNder Unpad dan Japan Powder Technology Forum Gelar Seminar Inovasi Bioplastik Berkelanjutan di ALLPACK Indonesia 2026

Diperbarui: 2 jam yang lalu
Jakarta, 21 Oktober 2026 - Japan Powder Technology Forum (JPTF) bekerja sama dengan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) FiNder Universitas Padjadjaran menyelenggarakan seminar internasional bertajuk “Biodegradable Plastic Innovation: Introducing Sustainable Plastic Pellets for the Future of Packaging” dalam rangkaian pameran ALLPACK Indonesia 2026. Seminar berlangsung pada Rabu, 21 Oktober 2026, pukul 12.00-13.45 WIB di Main Stage Hall B3C3, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber dari Indonesia dan Jepang untuk membahas pengembangan material plastik biodegradable, teknologi pengendalian partikel, serta tantangan penerapan material berkelanjutan dalam industri kemasan. Seminar dipandu oleh Willy D. Liusan, CEO Baiyo, sebagai moderator yang mengarahkan jalannya pemaparan dan diskusi bersama para narasumber.

Membahas Teknologi Dispersi Partikel untuk Material Kemasan Berkelanjutan
Sesi pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Takamasa Mori, Dr. Eng. dari Hosei University, Jepang, dengan topik “Slurry Engineering for Sustainable Packaging Materials: Understanding and Controlling Particle Dispersion.”
Dalam pemaparannya, Prof. Mori membahas prinsip rekayasa suspensi (slurry engineering) dan pentingnya pengendalian dispersi partikel dalam pengembangan material. Pengaturan karakteristik suspensi, termasuk distribusi dan interaksi antarpartikel, menjadi aspek penting dalam memperoleh keseragaman material serta mendukung konsistensi proses pengolahan.
Materi ini memberikan perspektif mengenai peran teknologi pengolahan partikel dalam mendukung pengembangan material kemasan, khususnya pada proses yang melibatkan pencampuran, dispersi, dan pembentukan material berbasis suspensi.

Transformasi Plastik Konvensional Menuju Material Biodegradable
Pemaparan kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc. dari Universitas Padjadjaran dan FiNder, dengan topik “From Conventional Plastics to Biodegradable Solutions: Addressing Resource Dependency and Sustainability.”
Dalam sesi tersebut, Prof. I Made Joni membahas tantangan penggunaan plastik konvensional serta pentingnya pengembangan material alternatif yang mempertimbangkan sumber bahan baku dan keberlanjutan.
Pembahasan mencakup perbedaan antara plastik berbasis sumber daya fosil, plastik berbasis hayati (bio-based plastics), dan material biodegradable. Perbedaan karakteristik tersebut menjadi landasan penting dalam memahami bahwa sumber bahan baku dan kemampuan material untuk terurai merupakan dua aspek yang perlu dievaluasi secara terpisah.
Melalui pendekatan penelitian dan pengembangan material, inovasi bioplastik diharapkan dapat memberikan alternatif bagi kebutuhan industri kemasan, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik teknis, kemampuan pemrosesan, serta kesesuaian material terhadap aplikasi yang dituju.

Pengembangan Nanokomposit Berbasis Singkong untuk Aplikasi Kemasan
Sesi ketiga disampaikan oleh Prof. Dr. Camellia Panatarani, S.Si., M.Si. dari Universitas Padjadjaran, yang membahas pengembangan material bioplastik berbasis singkong melalui pendekatan rekayasa material dan nanokomposit.
Pemaparan ini berfokus pada upaya pengembangan formulasi serta karakteristik material biodegradable agar dapat memenuhi kebutuhan proses produksi dan aplikasi kemasan.
Penggunaan bahan baku berbasis singkong menjadi salah satu pendekatan dalam penelitian material alternatif. Melalui pengembangan komposisi dan teknologi pemrosesan yang sesuai, material tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pelet bioplastik sebagai bahan antara dalam proses manufaktur produk kemasan.
Pembahasan juga menekankan pentingnya pengembangan material yang tidak hanya memperhatikan komposisi bahan baku, tetapi juga performa, konsistensi mutu, dan kesiapan proses menuju penerapan pada skala industri.
Diskusi Interaktif Mengenai Inovasi dan Penerapan Bioplastik
Setelah seluruh pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang menghadirkan ketiga narasumber bersama moderator di atas panggung.
Sesi yang dipandu oleh Willy D. Luisan, CEO Baiyo, memberikan kesempatan kepada para peserta seminar untuk mengajukan pertanyaan secara langsung dan mendiskusikan berbagai aspek pengembangan serta penerapan teknologi material kemasan berkelanjutan.

Diskusi menjadi ruang pertukaran perspektif antara narasumber dan peserta terkait tantangan pengembangan material, teknologi pemrosesan, serta peluang pemanfaatan inovasi bioplastik dalam kebutuhan industri.

Penyerahan Sertifikat Apresiasi kepada Narasumber
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi keilmuan dan partisipasi dalam kegiatan, penyelenggara ALLPACK Indonesia 2026, Krista Exhibitions, menyerahkan sertifikat apresiasi kepada masing-masing narasumber seminar.
Penyerahan sertifikat dilakukan kepada Prof. Takamasa Mori, Prof. I Made Joni, dan Prof. Camellia Panatarani sebagai apresiasi atas kesediaan mereka berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait teknologi pemrosesan material serta inovasi plastik biodegradable.

Rangkaian seminar kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan para narasumber, moderator, serta tim Japan Powder Technology Forum dan FiNder.

Memperkuat Kolaborasi Riset dan Teknologi Indonesia-Jepang
Penyelenggaraan seminar ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Japan Powder Technology Forum dan FiNder Universitas Padjadjaran dalam memperkenalkan perkembangan teknologi pengolahan material serta mendorong pertukaran pengetahuan antara akademisi dan pelaku industri Indonesia-Jepang.
Japan Powder Technology Forum merupakan forum yang melibatkan 14 perusahaan teknologi Jepang dengan berbagai keahlian dalam pengolahan serbuk, penanganan partikel, peralatan pemrosesan, dan aplikasi teknologi material.
Melalui seminar tersebut, JPTF dan FiNder menghadirkan pembahasan yang menghubungkan prinsip rekayasa partikel, pengembangan material biodegradable, dan kebutuhan teknologi manufaktur kemasan.
Kegiatan (FiNder Unpad dan Japan Powder Technology Forum Gelar Seminar Inovasi Bioplastik) ini diharapkan dapat memperluas jejaring kolaborasi penelitian, pengembangan teknologi, dan kerja sama industri, sekaligus mendukung upaya pengembangan inovasi material kemasan yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Informasi mengenai Japan Powder Technology Forum dan kolaborasinya dengan FiNder dapat diakses melalui www.finder.ac.id/japanforum.




