Ekonomi Biru Akuakultur: Inspirasi Aquaman untuk Masa Depan Budidaya
- Adam Rusli

- 27 Nov 2025
- 3 menit membaca
Mengapa Aquaman Relevan Untuk Industri Akuakultur?
Artikel ini membahas bagaimana ekonomi biru akuakultur dapat menjadi jembatan antara teknologi, ekologi, dan kebutuhan pangan masa depan, dengan mengambil inspirasi naratif dari film Aquaman (2018). Di balik visual kerajaan bawah laut Atlantis, film ini menyoroti bagaimana teknologi dapat membantu manusia membangun industri budidaya perikanan yang efisien, ramah lingkungan, dan tahan terhadap perubahan iklim.
Atlantis digambarkan sebagai bangsa maju yang mampu menjaga keseimbangan ekologis laut dengan teknologi canggih, mulai dari arsitektur laut hingga sistem pengelolaan kehidupan akuatik. Meskipun fiksi, film ini memberikan gambaran masa depan ideal ketika teknologi dan ekologi diintegrasikan untuk menjaga kelestarian sumber daya laut.
Tren Global Akuakultur: Tantangan Ekologis dan Solusi Ekonomi Biru
Akuakultur kini menjadi sektor pangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia. FAO mencatat bahwa lebih dari 50% produksi ikan global berasal dari budidaya, dan angkanya terus meningkat seiring permintaan protein laut yang melonjak [1].
Namun, sektor ini menghadapi masalah serius: polusi limbah pakan, penyakit ikan, ketergantungan pada pakan berbahan ikan liar, degradasi ekosistem pesisir, hingga risiko perubahan iklim. Dalam konteks ini, dunia Aquaman memberikan gambaran masa depan yang ideal dari Ekonomi Biru, di mana teknologi dan ekologi diintegrasikan.

Inovasi Akuakultur Cerdas: Menciptakan Budidaya Perikanan Tahan Krisis
Seperti halnya Atlantis yang mengandalkan teknologi canggih, industri perikanan modern telah bertransformasi melalui adopsi smart technology.
1. Smart Cage dan Offshore Farming: Memaksimalkan Potensi Laut Dalam
Terinspirasi dari infrastruktur laut Atlantis yang kokoh, dunia nyata kini mengembangkan keramba pintar (smart cage) yang menggunakan sensor IoT, kamera bawah air, dan sistem pemantauan otomatis [2]. Teknologi ini mampu mengukur oksigen, arus air, hingga deteksi penyakit secara real-time.
Manfaat: Mengurangi mortalitas ikan, memantau lingkungan 24/7, dan meningkatkan produktivitas tanpa menambah tekanan di pesisir. Offshore Farming (budidaya laut lepas) adalah aplikasinya, memindahkan budidaya dari pantai yang padat ke perairan dalam yang lebih stabil dan bersih.

2. Sistem Budidaya Perikanan Tertutup: Keunggulan RAS dan Minim Limbah
Recirculating Aquaculture System (RAS) adalah inovasi populer karena ekosistem air dapat disaring dan digunakan berulang, mencerminkan sistem tertutup di Atlantis.
Kelebihan: Minim limbah, tidak terpengaruh cuaca dan musim, dan dapat dibangun di kawasan perkotaan (urban aquaculture). Urban aquaculture mendekatkan produksi ke pasar, mengurangi biaya logistik, dan menjamin ikan premium segar [3].
3. Presisi Akuakultur: Genetika, Breeding, dan Biosekuriti Cerdas
Inovasi genetika non-GMO dan vaksinasi selektif telah membantu banyak negara meningkatkan pertumbuhan ikan hingga 30–40% lebih cepat dan lebih tahan penyakit. Program Selective Breeding kini didukung analisis data genetik besar untuk memastikan sifat unggul (misalnya FCR rendah dan resistensi penyakit) diwariskan secara optimal [4].
4. AUV dan Drone: Automasi Monitoring Struktur dan Kesehatan
Teknologi kendaraan bawah air yang mirip dengan perangkat patroli Atlantis kini diaplikasikan di akuakultur modern. Autonomous Underwater Vehicle (AUV) digunakan untuk inspeksi struktur keramba, pengawasan, serta mendeteksi dan mengangkat ikan mati secara otomatis, yang sangat penting untuk menjaga biosekuriti dan kualitas air.
5. Pakan Berkelanjutan: Solusi Protein Mikroalga dan Serangga
Sumber pakan alternatif seperti serangga (Insect Meal) dan mikroalga menjadi kunci dalam menekan biaya produksi dan mengurangi tekanan terhadap penangkapan ikan liar. Mikroalga memiliki kandungan protein tinggi serta dapat dibudidayakan dalam sistem tertutup, mirip teknologi bio-kultur di laboratorium Atlantis.
Kelebihan: Ramah lingkungan, nutrisi stabil, dan produksi massal dengan jejak karbon rendah.
Arah Ekonomi Biru Indonesia: Peluang Offshore Farming dan Hilirisasi
Indonesia berada dalam posisi emas sebagai negara bahari. Produksi akuakultur nasional sudah menembus jutaan ton, namun produktivitas belum optimal.
Peluang Besar: Pengembangan Offshore Farm di Natuna, Sulawesi, Maluku; Investasi RAS untuk pasar domestik premium dan ekspor; Hilirisasi pakan lokal berbasis mikroalga; dan digitalisasi hatchery agar tingkat keberhasilan larva meningkat.
Tantangan: Biaya awal teknologi tinggi, keterbatasan SDM terlatih, dan regulasi perizinan yang lambat.
Seperti konflik utama di Aquaman, ketika eksploitasi laut memicu perlawanan, Indonesia juga harus memperbaiki tata kelola laut agar sektor akuakultur tumbuh tanpa merusak ekosistem.
Refleksi dari Aquaman dan Kesimpulan
Film ini mengingatkan kita bahwa laut adalah sumber kehidupan. Jika teknologi digunakan tanpa etika, kita mengulang kesalahan manusia. Namun jika teknologi digunakan untuk memulihkan, melestarikan, dan menyeimbangkan, maka masa depan akuakultur Indonesia dapat secerah kerajaan Atlantis. Budidaya perikanan kini berada pada titik kritis: tuntutan produksi tinggi harus disertai keberlanjutan lingkungan. Industri akuakultur modern harus menjadi jembatan antara kebutuhan pangan dan kelestarian ekologi.
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) harus membentuk Unit Layanan Terpadu (ULT) khusus Offshore Aquaculture untuk memangkas birokrasi perizinan. Selain itu, Dana Abadi Riset Akuakultur harus dialokasikan untuk pengembangan galur genetik lokal yang tahan penyakit serta riset komersialisasi pakan mikroalga untuk menjamin kemandirian pakan nasional.
Referensi
[1] FAO. (2023). The State of World Fisheries and Aquaculture. https://www.fao.org/3/cc0461en.pdf
[2] Aquaculture Alliance. (2021). Smart Cage Technology. https://www.aquaculturealliance.org
[3] Blue Economy Indonesia Report (2024). Pemerintah Indonesia. https://maritim.go.id
[4] NOAA Fisheries. (2023). Advances in Sustainable Aquaculture. https://www.fisheries.noaa.gov
[G1] Visual Kerajaan Atlantis dalam film Aquaman (2018)https://www.cbr.com/aquaman-seven-kingdom-atlantis-explained/
[G2]Ilustrasi Smart Cage Aquaculturehttps://validnews.id/kultura/smart-robotic-imta-cage-sistem-keramba-dengan-robot-cerdas




Komentar