Jika Film Sci-Fi Diukur Kesiapterapannya, Mana yang Paling "Masuk Akal"?
- Resni Rindayani

- 19 Des 2025
- 3 menit membaca
Film Sci-fi selalu menghadirkan teknologi yang membuat kita kagum: teleportasi, exoskeleton supercanggih, robot cerdas, pesawat antarbintang, hingga kecerdasan buatan yang melampaui manusia. Namun, bagaimana jika semua teknologi itu diuji dengan standar dunia nyata? Artikel ini mengajak Anda melihat teknologi fiksi favorit dengan cara yang berbeda, teknologi mana yang sebenarnya mendekati realita, dan mana yang masih jauh dari mungkin?

1. Iron Man’s Exoskeleton (Iron Man)
Exoskeleton Tony Stark terlihat mustahil, tetapi faktanya, teknologi exoskeleton dunia nyata sudah cukup maju.
Di dunia nyata:
MIT, Lockheed Martin, dan Sarcos Robotics sudah mengembangkan exoskeleton industri dan militer.
Exoskeleton medis untuk rehabilitasi telah memiliki TRL tinggi.
Uji lapangan skala kecil sudah dilakukan di beberapa negara.
Menurut laporan DARPA, exoskeleton komersial berada pada TRL 6–7:
Prototipe bekerja
Diuji di lingkungan relevan
Siap scaling terbatas
Tapi IRL-nya masih rendah
Belum ekonomis untuk produksi massal
Belum ramah bagi industri
Regulasi keselamatan belum matang
Tidak semua sektor siap mengadopsi
2. Robot Andrew dari “Bicentennial Man”
Robot berbentuk manusia dengan empati, kreativitas, dan kesadaran diri? Teknologi ini masih sangat jauh dari realita.
Dunia nyata:
Robot humanoid sudah ada: Honda ASIMO, Tesla Optimus, Boston Dynamics Atlas.
Namun semuanya masih fokus pada mobilitas mekanis, bukan kesadaran.
Studi AI global menunjukkan bahwa AGI (Artificial General Intelligence) masih hipotetis dan belum memiliki TRL terukur. (Stanford AI Index Report, 2024)
3. Hyperdrive (Star Wars)
Teknologi perjalanan lebih cepat dari cahaya (FTL) adalah salah satu konsep paling populer sci-fi.
Dunia nyata:
NASA pernah meneliti "Alcubierre Drive" secara teoretis.
Namun semua masih pada level matematis dan belum terbukti secara fisika.
Dalam kerangka TRL NASA:
Tidak ada prototipe, tidak ada eksperimen, tidak ada validasi lab.
Kesimpulannya, ini Salah satu teknologi paling tidak realistis dalam daftar ini.
4. Mesin Waktu (Interstellar / Tenet / Back to the Future)
Meski menarik, mesin waktu secara ilmiah bertentangan dengan:
General relativity
Hukum termodinamika
Prinsip kausalitas
Studi Universitas Queensland (2020) menunjukkan bahwa perjalanan waktu tidak konsisten dalam model fisika realistik.
Kesimpulannya masih Jauh di bawah radar ilmiah.
5. Neural Interface (Avatar)
Avatar menunjukkan bagaimana manusia dapat mengendalikan tubuh biologis lain melalui koneksi neuron.
Dunia nyata:
Brain-Computer Interface (BCI) sudah sangat maju.
Neuralink (2024) sudah melakukan implant pada manusia pertama.
Penelitian di Harvard dan ETH Zurich menunjukkan kemajuan signifikan.
Menurut publikasi MIT Technology Review, BCI berada pada TRL 5–6:
Sudah diuji di klinis
Sebagian telah diproduksi terbatas
Dan IRL 3–4:
Pasar masih kecil (medis & riset)
Isu etika & regulasi besar
Adopsi industri masih terbatas
6. Doraemon’s Gadget
Baling-baling bambu, pintu ke mana saja, mesin waktu mini, dan lain-lain. Ini bukan teknologi futuristik, melainkan fantasi penuh. Tidak ada literatur ilmiah yang menunjukkan bahwa teknologi teleportasi, ruang lipat, atau portal instan bisa divalidasi dalam fisika modern.
Kesimpulannya, ini menarik untuk imajinasi, tapi masih nihil untuk kesiapan teknologi.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Analisis Ini?
TRL dan IRL membantu memisahkan fantasi dari potensi teknologi nyata
Banyak teknologi futuristik ternyata sudah berada pada level menengah bahkan lebih dekat dengan realitas dari yang kita pikirkan.
Teknologi canggih tidak selalu siap diadopsi (IRL rendah)
Contohnya exoskeleton dan BCI sudah bekerja, tapi belum siap industri.
Inovasi fiksi mendorong arah riset nyata
Banyak ilmuwan mengakui bahwa ide mereka terinspirasi dari film. Siapa tahu teknologi sci-fi hari ini menjadi inovasi nyata beberapa dekade lagi.
Kesimpulan
Beberapa teknologi sci-fi cukup dekat realita (exoskeleton, neural interface)
Sebagian lain masih sangat jauh (time machine, hyperjump)
Namun yang menarik adalah ilmuwan sering menggunakan fiksi ilmiah sebagai inspirasi riset, sehingga apa yang tampak mustahil hari ini bisa menjadi teknologi realistis di masa depan.
Referensi
NASA Technology Readiness Level Guide (NASA, 2023)
DARPA Warrior Web Program (2023)
MIT Technology Review, Brain-Computer Interfaces
Stanford AI Index Report (2024)
ESA – Faster-Than-Light Travel Research Summary
University of Queensland, "Closed Timelike Curves and Causality" (2020)
Sarcos Robotics, Exoskeleton Field Deployment Report (2023)




Komentar