Baterai Nano Generasi Baru Diklaim Bisa Isi Mobil Listrik dalam waktu super singkat
- Muhammad Rayhan Aulia Akbar

- 2 Des 2025
- 4 menit membaca
Para peneliti dan industri otomotif dunia kini menaruh perhatian besar pada terobosan baterai generasi baru berbasis nanoteknologi. Material seperti nano-silicon, nano-lithium, serta komposit padat (solid-state) menawarkan janji pengisian super cepat, umur pakai lebih panjang, dan stabilitas termal yang jauh lebih baik dibanding baterai lithium-ion konvensional. Jika berhasil diterapkan secara komersial, teknologi ini dapat mengubah masa depan kendaraan listrik.
Apa yang Dimaksud dengan “Nano” dalam Baterai?
Istilah “nano” merujuk pada struktur atau partikel material baterai yang direkayasa pada skala nanometer, sekitar sepersejuta milimeter. Pada skala ini, karakteristik fisik dan kimia material dapat diatur ulang untuk meningkatkan performa baterai secara drastis.
Dalam pengembangan baterai kendaraan listrik, ada tiga area penelitian utama:
Nano-Silicon untuk Anoda
Silicon sejak lama dianggap kandidat pengganti grafit pada anoda baterai lithium-ion karena kapasitas penyimpanannya jauh lebih tinggi. Namun, silicon mengalami ekspansi volume ratusan persen saat menyerap lithium, menyebabkan keretakan dan kehilangan kapasitas dengan cepat.
Pendekatan nano-silicon misalnya melalui nano-komposit atau nano-coating mampu mengurangi ekspansi tersebut dan menjaga struktur anoda tetap stabil. Salah satu pengembangan yang mendapat perhatian adalah teknologi nano-komposit dari Sila Nanotechnologies, yang diklaim mampu meningkatkan densitas energi hingga 20% dibanding anoda grafit konvensional.
Nanomaterial dalam Baterai Solid-State
Baterai solid-state (SSB) menggantikan elektrolit cair dengan material padat. Keuntungannya meliputi keamanan lebih tinggi, konduktivitas ion lebih baik, serta masa pakai lebih panjang.
Teknologi nano dapat digunakan pada beberapa bagian SSB, seperti: nano-coating pada katoda dan anoda, nanopartikel pada antarmuka elektrolit, struktur berlapis skala nano untuk meningkatkan konduktivitas ion dan mencegah pembentukan dendrit lithium.
Pendekatan ini diharapkan membuat SSB lebih stabil dan mampu menangani pengisian cepat.

Baterai all solid state (ASSB), baterai solid state (SSB), Bateriai Lithium ion (LIB) (sumber : Web of Conferences)
Nano-Lithium dan Komposit Lithium
Penelitian terkait lithium logam dalam skala nano mulai berkembang, terutama untuk meningkatkan kepadatan energi. Namun, tantangan besar tetap ada, misalnya stabilitas antarmuka dan pertumbuhan dendrit. Meski belum sepopuler nano-silicon atau SSB, riset ini menjadi fondasi teknologi baterai masa depan.
Klaim Utama: Pengisian 12 Menit, Umur Panjang, dan Lebih Aman
Berdasarkan kajian riset dan pengumuman industri, teknologi baterai nano memiliki tiga klaim utama:
Pengisian Ultra-Cepat
Beberapa pengembangan menargetkan waktu pengisian sekitar 10 menit.
Contohnya, kolaborasi Toyota dan Sumitomo Metal Mining mengumumkan tujuan pengisian cepat untuk baterai solid-state yang ditargetkan hadir pada 2027–2028.
Umur Siklus Lebih Panjang
Struktur nano dapat: mengurangi kerusakan akibat ekspansi volume, memperlambat pembentukan dendrit, menurunkan reaksi samping. Hasilnya, kapasitas baterai dapat bertahan jauh lebih lama.
Stabilitas Termal dan Keamanan Lebih Baik
Material padat dan struktur nano yang lebih terkendali membuat risiko kebakaran atau panas berlebih lebih rendah dibanding baterai elektroli cair saat ini.
Tantangan Nyata di Lapangan
Meski menjanjikan, ada beberapa kendala teknis dan industri yang harus diatasi: Biaya produksi dan skala industri dimana material nano dan SSB masih mahal dan teknologi produksinya belum matang; Stabilitas antarmuka material pada nano-silicon, ekspansi volume tetap menjadi tantangan walau berkurang sementara pada SSB, antarmuka elektrolit padat masih rentan retak.
Keterkaitan Terobosan Baterai Nano dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Perkembangan teknologi baterai nano, mulai dari nano-silicon, nano-lithium hingga solid-state nanomaterials tidak hanya menawarkan solusi teknis bagi kendaraan listrik, tetapi juga memberikan kontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Setidaknya terdapat empat tujuan global yang relevan. Pada SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, baterai yang lebih efisien dan tahan lama dapat menekan biaya kepemilikan kendaraan listrik (EV) dalam jangka panjang. Dengan kapasitas energi yang lebih tinggi dan umur siklus yang lebih panjang, kebutuhan penggantian baterai menjadi lebih jarang. Efisiensi pengisian juga dapat mendorong adopsi EV secara luas, yang pada akhirnya meningkatkan penggunaan energi bersih di sektor transportasi. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dimana nanoteknologi merupakan salah satu fondasi industri material masa depan. Investasi pada baterai nano mendorong inovasi lintas bidang termasuk kimia, fisika material, produksi manufaktur presisi tinggi, hingga otomotif. Berdirinya pabrik produksi baterai generasi baru juga akan menciptakan rantai nilai baru yang memperkuat ekosistem industri berkelanjutan.
Penutup
Baterai nano berpotensi menghadirkan revolusi besar bagi kendaraan listrik: pengisian sangat cepat, umur baterai panjang, dan keamanan lebih tinggi. Namun, perjalanan menuju komersialisasi penuh masih panjang dan menghadapi tantangan teknis yang tidak ringan. Jika industri berhasil mengatasi hambatan tersebut, kita mungkin segera memasuki era mobil listrik yang dapat mengisi daya dalam 10 menit dan menempuh jarak jauh tanpa kecemasan baterai.
Bagi institusi riset, inovator energi, maupun mitra industri otomotif yang ingin mengeksplorasi lebih jauh pengembangan baterai nano, mulai dari nano-silicon, solid-state nanomaterials, hingga teknologi fast-charging, informasi mengenai program, fasilitas laboratorium, dan peluang kolaborasi dapat diakses melalui laman FiNDer U-CoE di finder.ac.id. Melalui pusat riset ini, berbagai inisiatif hulu-hilir di bidang material energi sedang dikembangkan untuk menjembatani inovasi akademik menuju solusi mobilitas listrik yang lebih aman, cepat, dan berkelanjutan.
Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan publikasi ilmiah dan tinjauan riset mengenai teknologi nano dalam baterai kendaraan listrik. Sejumlah referensi utama merujuk pada artikel ilmiah dalam Science direct (2024), serta laporan riset dari Web of Conferences dan Semantic Scholar terkait anoda nano-silicon dan material solid-state. Informasi mengenai peningkatan kinerja baterai nano juga diperoleh dari laporan teknologi oleh New Atlas (2023), Chemical & Engineering News (2024), serta data industri terbaru dari Toyota Motor Corporation dan Sumitomo Metal Mining yang diliput oleh Autoweek & News Atlas pada 2025. Pembahasan mengenai tantangan produksi, stabilitas antarmuka, dan daur ulang nanomaterial merujuk pada publikasi SpringerLink dan OUP Academic edisi 2024–2025




Komentar