top of page
unpad_edited_edited_edited.png

FiNder Unpad Perkuat Kolaborasi Indonesia-India dalam Global Environment & Transition Summit 2026

  • Gambar penulis: Ulfa Fauziah, M.Si.
    Ulfa Fauziah, M.Si.
  • 7 menit yang lalu
  • 4 menit membaca

24 Agustus 2026  |  Lecture Building, Universitas Udayana, Bali - FiNder Unpad Perkuat Kolaborasi Indonesia-India dalam Global Environment & Transition Summit 2026. Transisi menuju masa depan yang lebih hijau tidak cukup hanya mengandalkan kemajuan teknologi. Dibutuhkan kolaborasi yang mampu mempertemukan ilmu pengetahuan, inovasi, kebijakan, industri, dan masyarakat agar gagasan keberlanjutan dapat berkembang menjadi tindakan nyata. Semangat tersebut menjadi dasar penyelenggaraan Global Environment & Transition Summit (GETS) 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi menuju masa depan yang tangguh terhadap perubahan iklim.

 

Global Environment & Transition Summit 2026
Perwakilan penyelenggara dan mitra pada rangkaian pembukaan Global Environment & Transition Summit (GETS) 2026 di Universitas Udayana, Bali.

Mengangkat tema “Leading the Green Transition: Strategies for a Climate-Resilient Future”, GETS 2026 diselenggarakan pada 24 Agustus 2026 di Lecture Building, Universitas Udayana, Bali. Konferensi berlangsung secara hybrid dan menghadirkan akademisi, peneliti, praktisi, pemerintah, serta mitra dari Indonesia dan India dalam rangkaian keynote session, plenary talks, oral presentations, dan Forum Group Discussion (FGD).


Kolaborasi Kepanitiaan Indonesia-India


Global Environment & Transition Summit 2026 dibangun melalui struktur kepanitiaan kolaboratif antara Indonesia dan India. Dalam struktur konferensi, Indonesia Committee menjalankan peran sebagai Host & PMO, sedangkan India Committee berperan sebagai Partner. Functional Nano Powder University Center of Excellence (FiNder U-CoE) Universitas Padjadjaran terlibat langsung sebagai bagian dari kepanitiaan bersama Universitas Udayana dan mitra dari India.


Pada Committee Boards, Prof. Dr. Eng. I Made Joni, Director FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran, tercatat sebagai Patron, sementara Prof. Dr. Camellia Panatarani, M.S. berperan sebagai Organizing Secretary. Sejumlah anggota FiNder Unpad juga menjadi bagian dari Organizing Committee dan mendukung pelaksanaan konferensi, termasuk koordinasi kegiatan hybrid dan sesi ilmiah.



Global Environment & Transition Summit 2026
Prof. Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D., Conference Chair GETS 2026 dari Universitas Udayana, menyampaikan welcome remarks pada pembukaan konferensi.

Global Environment & Transition Summit 2026
Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., Rektor Universitas Udayana, menyampaikan opening address pada GETS 2026.

 

Rangkaian pembukaan menjadi penanda kuat dari karakter kolaboratif GETS 2026. Prof. Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D. selaku Conference Chair menyampaikan welcome remarks, dilanjutkan dengan remarks dari mitra internasional, remarks dari FiNder Universitas Padjadjaran sebagai co-organizing partner, serta opening address oleh Rektor Universitas Udayana. Rangkaian ini menegaskan bahwa transisi hijau membutuhkan kerja bersama lintas institusi dan lintas negara.


Global Environment & Transition Summit 2026
Prof. Dr. Eng. I Made Joni, Director FiNder U-CoE Universitas Padjadjaran, menyampaikan remarks sebagai perwakilan Co-Organizing Partner FiNder pada pembukaan GETS 2026.

Ruang Pertukaran Gagasan dan Perspektif Keberlanjutan


Agenda ilmiah GETS 2026 dirancang untuk melihat green transition dari berbagai perspektif. Sesi keynote menghadirkan pembahasan mengenai adaptasi perubahan iklim, perspektif budaya dalam kebijakan dan kerja sama global, ketahanan iklim dalam model bisnis dan tata kelola korporasi, serta penguatan penegakan hukum lingkungan dan akuntabilitas korporasi.


Para keynote speakers dalam rangkaian Keynote Session GETS 2026 yang membahas berbagai perspektif terkait adaptasi iklim, kebijakan, tata kelola, dan keberlanjutan.

Pembahasan kemudian diperdalam melalui tiga track utama, yaitu Sustainable Business, Governance & Society; Sustainable Technology, Energy & Industrial Innovation; serta Climate Resilience, Environment & Community Development. Pembagian ini menunjukkan bahwa transisi hijau bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang adaptif, tata kelola yang kuat, kebijakan yang mendukung, serta keterlibatan masyarakat.


FiNder Membawa Perspektif Nanoteknologi dan Inovasi


Selain terlibat dalam kepanitiaan, FiNder Unpad turut memberikan kontribusi pada substansi ilmiah konferensi. Pada Parallel Session 1 - Plenary Talks Forum, Prof. Dr. Eng. I Made Joni membawakan topik “Decarbonizing the Value Chain through Smart Nanotechnology” dalam track Sustainable Technology, Energy & Industrial Innovation. Topik tersebut menempatkan nanoteknologi sebagai salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mendukung dekarbonisasi, efisiensi proses, dan pengembangan material yang lebih berkelanjutan.


Kontribusi ekosistem riset FiNder juga tercermin melalui sejumlah karya ilmiah yang dipresentasikan selama konferensi, mulai dari photocatalytic solar-to-fuel untuk produksi hidrogen dan konversi karbon, material berbasis cobalt untuk green energy storage, pemodelan ozone nanobubble untuk pengolahan air laut, artificial intelligence untuk sustainable aquaculture, teknologi micro-nano bubble untuk budidaya Litopenaeus vannamei, hingga pengembangan carbon quantum dots berbasis biomassa daun.


FGD Indonesia-India: Membuka Ruang Kolaborasi Lanjutan


Salah satu bagian penting dari GETS 2026 adalah Forum Group Discussion Indonesia-India. Sesi ini menjadi ruang interaksi yang lebih terbuka antara speaker, moderator, akademisi, dan peserta untuk mendiskusikan peluang sinergi antara pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan implementasi. FGD memperkuat fungsi konferensi bukan hanya sebagai tempat mempresentasikan hasil riset, tetapi juga sebagai titik temu untuk membangun hubungan dan peluang kerja sama baru.


Global Environment & Transition Summit 2026
Speaker dan moderator dalam Forum Group Discussion (FGD) Indonesia-India pada GETS 2026, yang menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pertukaran gagasan dan peluang kolaborasi.

Dari Forum Ilmiah Menuju Kolaborasi yang Berdampak


Bagi FiNder Universitas Padjadjaran, keterlibatan dalam GETS 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem kolaborasi riset dan inovasi di tingkat internasional. Pertemuan antara akademisi, peneliti, pemerintah, industri, dan mitra lintas negara membuka peluang bagi pengembangan penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi, hingga hilirisasi inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.


Keterlibatan FiNder dalam kepanitiaan sekaligus kontribusi pada forum ilmiah memperkuat perannya sebagai pusat unggulan yang tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga aktif membangun jejaring untuk mempercepat perjalanan inovasi dari research menuju application dan impact. Melalui forum seperti GETS 2026, FiNder terus mendorong agar kolaborasi akademik berkembang menjadi kerja sama yang menghasilkan pengetahuan baru, teknologi yang relevan, dan solusi yang memberi manfaat nyata.


Global Environment & Transition Summit 2026
Foto bersama peserta GETS 2026 di Lecture Building Universitas Udayana, Bali, sebagai penutup rangkaian forum kolaborasi internasional Indonesia-India.

Keterlibatan FiNder Universitas Padjadjaran dalam GETS 2026 menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat kolaborasi riset, pengembangan teknologi, dan inovasi berkelanjutan bersama mitra nasional maupun internasional. Mari membuka peluang kolaborasi untuk mengembangkan solusi berbasis riset dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan industri, masyarakat, dan lingkungan. Temukan informasi lebih lanjut mengenai riset, fasilitas, layanan, serta peluang kerja sama bersama FiNder Universitas Padjadjaran melalui finder.ac.id.


bottom of page